Bangunan Bersejarah Harus Dilestarikan

973
KANTOR ALA RUMAH MELAYU. Tampak depan bangunan Kantor Walikota Pontianak yang menyerupai rumah Melayu. IST/RK.

eQuator – Bangunan tua di beberapa kawasan di Kota Pontianak memang masih bisa dijumpai masyarakat. Meskipun telah dilakukan pemugaran, tetapi tak mengubah konstruksi dari bangunan tersebut. Hal ini lantas diapresiasi oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kacung Marijan saat berkunjung ke Kota Pontianak, Selasa (1/12).

“Saya titip pesan, mohon Pak Wali membentuk tim ahli cagar budaya. Supaya cagar budaya yang ada di Pontianak bisa diidentifikasi secara baik,” ujar Kacung Marijan kepada Walikota Pontianak, H. Sutarmidji saat memberi sambutan pada Pameran Permainan Tradisional Nusantara di Museum Negeri Pontianak.

Sebagai pendukung untuk membentuk tim tersebut, Kacung menyatakan bahwa pihaknya siap memfasilitasi seluruhnya, termasuk pula biaya yang akan dikelaurkan. Mekanismenya, para anggota akan mendapatkan pelatihan termasuk sertifikasi. Karena untuk menjadi ahli cagar budaya harus mengantongi sertifikat profesional.

“Mudah-mudahan Kepala Museum Negeri juga ikut membantu Pak Wali untuk terbentuknya tim ahli cagar budaya di Kota Pontianak,” harapnya.

Menurutnya, tak hanya di Kota Pontianak saja yang masih banyak dijumpai bangunan tua, Kacung memastikan 2016, pihaknya akan mengunjungi beberapa keratin yang ada di Kalbar untuk melakukan pemugaran dengan tak mengubah konstruksi bangunan. Namun, ia masih enggan menyebutkan keraton mana saja yang akan dikunjungi serta dilakukan pemugaran. “Saya tidak buka dulu,” elaknya.

Mendengar pernyataan tersebut, Walikota H Sutarmidji terlihat sumringah dan menyatakan, sejauh ini peninggalan atau bangunan lama tidak hanya milik masyarakat, melainkan ada pula yang ditempati sebagai kantor pemerintah, termasuk Kantor Walikota Pontianak.

“Gedung Kantor Walikota Pontianak sudah diubah tampilan depannya dengan memadukan lima keraton Melayu yang ada di Kalimantan Barat. Sekarang tampak bangunannya sudah selesai, tahap selanjutnya adalah pembangunan taman di depan kantor,” ulasnya.

Selain kantor walikota, bangunan lain yang masih lestari serta masih terlihat kokoh yakni eks Gedung Bank Indonesia yang berada tak jauh dari tempat ia berkantor. Bangunan tersebut direncanakan akan dikembalikan ke bentuk semula. Seperti sejak dibangun pertama kalinya dan sementara ini masih dicari gambar bangunan asalnya.

“Ada satu sekolah yang juga akan kita pertahankan bentuk bangunannya yang masih asli sejak tahun 1900-an atau zaman penjajahan Belanda. Akan kita renovasi tahun depan,” ujarnya. (agn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here