Bangun Pabrik Pupuk NPK Pertama di Kalbar

Bangkitnya Perusda Aneka Usaha

43

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Ternyata, di bawah kendali Paulus Florus, Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha mengalami peningkatan kinerja cukup signifikan. Salah satunya, sedang membangun pabrik pupuk NPK pertama di Kalbar.

Menjabat Direktur Utama (Dirut) sejak 2009, Paulus terobsesi untuk paling tidak setiap tahun bisa memberi keuntungan Rp5 miliar. “Karena saya pikir perusahaan swasta aja bisa (tumbuh,red), kenapa kita yang punya pemerintah tidak bisa,” tutur Paulus kepada Rakyat Kalbar, Selasa (24/10).

Meski begitu, memimpin Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tak mudah. Sumbangsih untuk pendapatan daerah yang ingin digapainya setakat ini belum tercapai.

Hanya saja, Paulus tak menyerah. Ia mendapat solusi jangka menengah, membangun pabrik pupuk berbahan kimia (NPK) yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pupuk selama 15 tahun kedepan. Lokasinya di Jalan Trans Kalimantan KM 36, Dusun Sangku, Desa Pancaroba, Kabupaten Kubu Raya.

“Kalau dilihat prospek kedepannya, dengan membangun dasar untuk KUR bisnis melalui pabrik, diharapkan sebulan lagi sudah bisa mulai uji coba produksi. Bahan baku sudah tersedia,” bebernya.

Investasi pembangunan pabrik tersebut Rp27 miliar, dengan target produksi pertahunnya 30 ribu ton. Tapi, hasil tersebut belum bisa untuk ekspor.

“Bahkan pemerintah saja bilang kepada kami, untuk KKR (Kabupaten Kubu Raya) saja kurang, karena kebutuhan pupuk di Kalbar hampir 400 ribu ton pertahun,” ungkap Paulus.

Imbuh dia, “Jika hasil dari pabrik pupuk ini bagus, kan tanahnya masih luas, artinya masih bisa menambah produksi tergantung kebutuhan masyarakat Kalbar”.

Sebenarnya, Paulus punya mimpi besar agar Aneka Usaha bisa menjadi perseroan terbatas (PT), seperti Bank Kalbar. Menurutnya, setelah menjadi PT, pengelola BUMD bisa lebih bebas berbisnis.

“Tapi sampai sekarang belum bisa, karena itu ya soal keputusan politik kan,” jelasnya.

Berbicara hambatan ketika dirinya bertugas, memang diakuinya cukup banyak karena profesionalisme para pimpinan. “Terus terang, sebenarnya saya berharap pengangkatan direksi, pengawas, itu orang-orang  profesional yang bisa membantu dan memiliki jiwa bisnis yang kuat. Jangan mengambil orang yang sekedarnya ada saja,” pungkas Paulus.

Dalam waktu dekat, nasib Perusda Aneka Usaha ini akan ditentukan. Masa jabatan Paulus hanya sampai 3 November 2017. Direksi lainnya, Direktur Keuangan dan Administrasi Ignasius Lyong bertugas sampai 14 Juni 2018. Sedangkan masa jabatan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Teknik dan Pemasaran Ali Asmadi telah diperpanjang 3 kali hingga 13 Februari 2018.

Laporan: Rizka Nanda

Editor: Mohamad  iQbaL