Bandar Udara Singkawang Dibangun pada Masa Tjhai Cui Mie

Awal 2018, Targetkan Peletakan Batu Pertama

9353
Ilustrasi-NET

 

eQuator.co.id –Singkawang-RK. Proses rencana pembangunan Bandara Singkawang tak lagi panjang. Berawal dari penetapan lokasi (Penlok) di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan yang ditandatangani gubernur hingga dikeluarkannya izin prinsip oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Wali Kota Singkawang terpilih, Tjhai Cui Mie, SE menargetkan awal 2018 sudah dilakukan peletakan batu pertama, tanda dimulainya pembangunan Bandara Singkawang. Pembangunan bandara ini termasuk prioritas pasangan Cair (Tjhai Cui Mie, SE-Drs. H. Irwan, M.Si) dan harus jadi. “Saya berterima kasih kepada Bapak Cornelis, beliau sudah menandatangani Penlok,” ujar Tjhai Cui Mie kepada Rakyat Kalbar, Senin (2/10).

Dia menjelaskan, dengan ditandatanganinya Penlok, maka sudah dilakukan pembebasan lahan. Izin pengelolaan lahan dari Kementerian Perhubungan akan berakhir Mei 2018. “Jadi sebelum Mei 2018, kita sudah melakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan bandara ini,” tegas Tjhai Cui Mie.

Dia mengatakan, Bandara Singkawang perlu diwujudkan, lantaran keberadaannya menunjang kemajuan dunia pariwisata di Kota Seribu Kelenteng itu. Makanya sudah dua periode wali kota yang berusaha untuk mewujudkannya. “Kita sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Singkawang ini membahas beberapa persoalan yang ada, termasuk bandara, anggaran dan program Pemkot Singkawang ke depan,” jelas Tjhai Cui Mie.

Sebelumnya, Wali Kota Singkawang Drs. H. Awang Ishak, M.Si mengaku tetap memberikan masukan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang terpilih, Tjhai Cui Mie-Irwan. Diantaranya program yang belum diselesaikan. “Jangan besingkak (berselisih, red) antara pusat dan daerah harus sinergi. Jangan sampai menimbulkan ketakutan para SKPD untuk bertemu mantan wali kotanya,” tegas Awang.

Dia mengingatkan, jangan sampai memandang dirinya sebagai musuh, namun lebih kepada mitra yang sama-sama membangun Kota Singkawang agar lebih baik. “Saya minta RPJMD masukannya apa, program apa yang dilanjutkan dan saya mengingatkan Ibu Tjhai Cui Mie yang penting untuk dibeli Pemkot Singkawang adalah lahan atau tanah. Tujuannya agar dalam setiap pembangunan tidak sulit mencari lahan,” ujar Awang yang akan mengakhiri masa jabatannya.

Selain itu, kata Awang, pelebaran bundaran 1001 juga membutuhkan lahan. “Untuk bundaran di dekat Jembatan Agen, bisa minta bantuan TNI untuk memproses cepat tukar guling lahannya,” katanya.

Laporan: Suhendra

Editor: Hamka Saptono