Bahagia Bisa Membantu yang Tertimpa Musibah

Kisah Satu dari Sekian Banyak Relawan Banjir di Sambas

227
RELA BERENDAM. Pelajar SMKN 1 Sambas, Sonia Kristina Mellyani, saat turun ke lokasi banjir di Dusun Lubuk Lagak, Desa Lubuk Dagang, Kecamatan Sambas, Kamis (11/2). M. Ridho-RK

Rela merendam diri di air untuk mendata dan membantu korban saat banjir menerpa Dusun Lubuk Lagak, Desa Lubuk Dagang, Kecamatan Sambas, Sonia Kristina Mellyani terlihat luar biasa peduli dengan kesusahan yang diderita sesama manusia. Padahal, gadis Tionghoa itu tengah merayakan Imlek.

Muhammad Ridho, Sambas

Baru berusia 16 tahun, pelajar kelas II di SMKN 1 Sambas ini tak hanya sekali saja turun tangan menjalankan tugas kemanusiaan. Saat program relawan rumah sehat pascaasap kabut pun dia ikut.

“Saya sudah setahun lebih bergabung bersama PMI (Palang Merah Indonesia) Sambas, dan ini pekerjaan sosial yang baik,” tutur Sonia kepada Rakyat Kalbar, di kediamannya, di Jalan Siapat, Desa Lorong, Kecamatan Sambas, belum lama ini.

Sonia turun ke lokasi banjir saat air mencapai ketinggian puncaknya pada Rabu (10/2) dan Kamis (11/2). Saat itu, ia menjelaskan, bersama rekan-rekan relawan PMI lainnya mencatat segala permasalahan yang dihadapi warga, seperti jumlah korban banjir, berapa rumah yang terendam air, potensi penyakit saat dan setelah banjir, dan lain-lain.

“Setelah data terkumpul, selanjutnya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas. Dengan harapan, bisa memudahkan pemerintah memprioritaskan bantuan apa yang tepat sasaran kepada korban banjir,” tuturnya.

Puteri pertama dari lima bersaudara pasangan Tet Min dan Rohani inipun menyadari, kunjungan dari sesama masyarakat sekaligus penggalangan bantuan merupakan motivasi bagi korban. “Ini juga sekaligus pengalaman bagi kita saat menghadapi keadaan tanggap darurat, karena kita bisa langsung melihat sejauh mana kondisi yang terjadi dan upaya apa yang harus dilakukan PMI agar korban banjir terbantu,” papar Sonia.

Imbuh dara yang bercita-cita jadi akuntan ini, “Di sinilah kita merasakan bahagia bisa membantu sesama yang mendapat musibah”.

Meski tenggelam dalam kegiatan-kegiatan sosial, salah satunya bergabung dalam berbagai tim kesehatan termasuk di setiap upacara di Kantor Bupati Sambas, soal pendidikan ia punya prestasi tersendiri. Sonia pernah Juara II Debat Bahasa Indonesia. Di bidang olahraga, ia ikut membantu tim SMKN 1 meraih Juara III Basket saat Gebyar SMK ke-2 se-Kabupaten Sambas. (*)