Ayah dan Anak Tewas Tersengat Listrik

672
TEWAS KESETRUM. Jenazah Menyeng usai dibersihkan di rumah sakit Landak. ANTONIUS

eQuator – Ngabang-RK. Warga Desa Pawis Hilir, Kecamatan Jelimpo—Landak, Menyeng, 30, dan Aing, 72, tewas tersengat aliran listrik, Rabu (9/12) malam. Ayah dan anak ini tersengat di dekat tiang listrik .

Kepala Desa (Kades) Pawis, Laong mengatakan, Menyeng pulang dari ladangnya melihat api menyala di dekat tiang listrik. Lalu ia mendekati tiang listrik itu mau memadamkan api dan tersengat listrik. “Kejadian itu diketahui warga yang melintas di ladangnya,” kata Laong, kemarin.

Warga yang melihat Menyeng tersetrum, langsung mendatangi kediaman ayahnya. Mendapat informasi anaknya tersengat listrik, Aing mendatangi lokasi tiang listrik.

“Maksudnya mau nolong anaknya, begitu mendekati api dan tiang listrik, diapun kena setrum juga. Keduanya tewas di situ,” ujar Laong saat di rumah sakit Landak, Kamis (10/12).

Warga kemudian memberi petugas PLN. “Setelah petugas PLN dating, kedua mayat itu dibawa ke rumah sakit Landak,” papar Laong.

Jenazah Menyeng dan Aing dibersihkan, kemudian dimasukan ke dalam peti untuk disemayamkan.

Petugas SPV Teknik PLN Rayon Ngabang, Markus Adi mengatakan korsleting listrik pada tiang listrik itu diakibatkan tertimpa ranting. Sehingga ada kabel yang lepas. “Diduga kabel itu menimbulkan api. Mungkin korban mau memadamkan api itu lalu tersengat listrik,” kata Markus.

Kejadian seperti ini susah dihindari, karena faktor alam. Apa yang dialami Menyeng dan ayahnya dianggap musibah oleh PLN.

“Kami dari pihak PLN akan bertanggungjawab atas peristiwa ini. Tidak ada unsur sengaja, mau diapakanlah, namanya juga musibah,” ujar Markus. (ius)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here