Awas!!! Penipuan Berkedok Beasiswa Prestasi

60
Ilustrasi : Internet

eQuator.co.id – Sukadana-RK. Penipuan berkedok “mama minta pulsa”, keluarga kecelakaan, mendapat undian, bonus dan lainnya, nampaknya sudah kurang ampuh. Sehingga para penipu menempuh jalur lain, yakni memanfaatkan beasiswa prestasi.

“Saya menerima panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal dan mengaku dari pihak sekolah. Si Penelepon mengatakan kalau saya mendapat beasiswa. Jumlahnya lumayan besar, sampai Rp7 Juta,” kata Ah Yong, siswa SMK Negeri 1 Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, kepada wartawan, Minggu (24/12).

Menurut Si Penelepon, beasiswa prestasi itu akan ditransfer ke rekening orangtua atau siswa. Syaratnya, harus mengikuti beberapa petunjuk untuk melakukan transaksi di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) terdekat.

Mendapati syarat-syarat tersebut, Ah Yong merasa curiga dan langsung menghubungi pihak SMK Negeri 1 Sukadana, untuk menanyakan kebenaran terkait beasiswa prestasi yang diterimanya itu.

Pihak SMK Negeri 1 Sukadana pun membantahnya. Sehingga Ah Yong tidak menuruti persyarataan Si Penelepon untuk melakukan transaksi di ATM Mandiri. “Untung saya sempat menanyakan hal ini kepada Kepala Sekolah,” kata Ah Yong.

Ternyata Ah Yong tidak sendirian, banyak rekan-rekannya juga mendapat telepon terkait beasiswa prestasi tersebut. Kisaran beasiswanya dari Rp3 Juta hingga Rp7,5 Juta. Persyaratan sama, mesti melakukan transasksi di ATM terdekat.

“Kawan-kawan juga dihubungi dan dibilang mendapatkan beasiswa serupa. Ternyata itu semua tidak benar. Hampir saja saya dan kawan-kawan menjadi korban penipuan berkedok beasiswa ini,” tutur Ah Yong.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala SMK Negeri 1 Sukadana, Tulus mengaku, sejak dua hari terakhir, menerima informasi terkait beasiswa prestasi yang ditujukan kepada anak-anak didiknya. “Beasiswa prestasi itu tidak benar,” tegasnya.

Tulus mengatakan, beasiswa prestasi yang diterima siswa melalui sambungan telepon dari orang yang mengaku pihak sekolah dan minta bertransasksi di ATM itu, murni sebagai modus penipuan. “Jelas itu penipuan,” katanya.

Kendati telah memastikan bahwa hal tersebut penipuan, Tulus mengaku heran, bagaimana Si Penipu itu mengetahui data sekolah dengan akurat. Misalnya, nama-nama siswa, orangtu dan walinya. Bahkan prestasi hingga matapelajaran siswa pun, yang bersangkutan mengetahuinya.

Keakuratan data SMK Negeri 1 Sukadana itulah, kata Tulus, yang membuat siswa yang dihubungi pelaku, merasa yakin kalau itu benar-benar beasiswa prestasi. “Saat ini, untuk mendapatkan data sekolah dan siswa sangat mudah, karena sekarang sistem online,” katanya.

Tetapi, ujar Tulus, apakah memang ada jaringan mereka mengirim alamat e-mail palsu, mengatasnamakan Kementerian atau Lembaga Pusat untuk meminta data ke sekolah. “Atau ada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan data sekolah untuk kepentingan tertentu,” ujarnya.

Menurut Tulus, penipuan tersebut sangat rapi dan terencana dengan baik. Dilakukan saat siswa sedang libur sekolah. Sehingga menyulitkan siswa untuk mengkonfirmasinya ke pihak sekolah.

Dipilih juga waktu libur, saat bank tidak melayani nasabah. Sehingga ketika transaksi sudah berlangsung, korbannya tidak bisa meminta pemblokiran rekening akibat ulah pelaku.

Tulus mengungkapkan, pelaku menggunakan dua nomor telepon untuk menghubungi korbannya di SMK Negeri 1 Sukadana, yakni 082349296054 dan 08521157452.

“Saya belum mendapat informasi ada siswa kami yang sudah melakukan transaksi. Namun sudah banyak orangtua yang datang atau menelepon menanyakan kebenaran beasiswa tersebut,” kata Tulus.

Dia berharap, seluruh siswa, dewan guru atau orangtua siswa tidak mudah percaya dengan penipuan berkedok beasiswa ini. Apalagi dikakukan dengan sistem transfer ke rekening. “Jangan mudah percaya kalau tanpa ada pertemuan tatap muka,” pintanya.

Laporan: Kamiriluddin

Editor: Mordiadi