Awalnya Tak Tertarik, Ini Alasan Tokoh Pemuda Pontianak Utara Jatuhkan Pilihan pada Karolin-Gidot

20
Calon Gubernur Kalbar nomor urut 2, dr. Karolin Margret Natasa
Calon Gubernur Kalbar nomor urut 2, dr. Karolin Margret Natasa

eQuator.co.idPONTIANAK-Tokoh Pemuda Kecamatan Pontianak Utara, Rosi mengajak pemuda lainnya yang ada di Kota Pontianak dan Kalbar untuk memberikan dukungan dan memenangkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 2, dr. Karolin Margret Natasa dan Suryatman Gidot.

“Sebagai sesama pemuda, mari kita berikan kesempatan kepada orang Muda Kalbar untuk memimpin provinsi ini. Makanya saya mengajak semua pemuda di Kalbar dan Kota Pontianak khususnya untuk memilih ibu Karolin dan pak Gidor pada Pilkada Kalbar nanti,” kata Rosi, saat menghadiri deklarasi dukungan Forum Pemuda Lintas Agama Pontianak Utara untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 2 di Pontianak, Senin (14/5).

Rosi mengakui, awalnya dia tidak begitu tertarik memilih Karolin-Gidot, karena latar agama dan suku dari pasangan ini.

Namun, katanya, setelah melihat proses debat publik ke dua, pandangan dia kemudian berubah dan menentukan pilihannya pada pasangan ini.

Dirinya melihat visi dan misi dari Karolin dan Gidot yang sangat matang, tidak muluk-muluk dan banyak mengedepankan program yang menyentuh langsung masyarakat.

“Makanya sejak saat itu saya menyatakan siap untuk memilih ibu Karolin, bahkan saya juga akan mengajak teman dan keluarga saya untuk mendukung Karolin-Gidot,” tuturnya.

Diketahui, sejumlah tokoh pemuda dari lintas etnis yang tergabung dalam Forum Pemuda Lintas Agama Pontianak Utara menyatakan kesiapannya untuk memenangkan pasangan Karolin-Gidot pada Pilkada Kalbar 2018.

“Kami dengan tegas menyatakan sikap dan siap untuk memenangkan pasangan ibu Karolin Margret Natasa dan pak Suryatman Gidot,” kata David, perwakilan Forum Pemuda Lintas Agama Kecamatan Pontianak Utara di Pontianak.

Dia mengatakan, pemilihan gubernur Kalbar, bukan soal memilih pemimpin agama, namun memilih kepala pemerintahan yang diharapkan dapat membawa kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi kalau ada masyarakat yang masih menentukan pilihannya berdasarkan agama, suku atau status tertentu, diharapkan untuk bisa lebih bijak lagi. Dalam memilih pemimpin, tentu kita harus melihat track record-nya dan komitmennya untuk memimpin Kalbar,” tuturnya.