Asap Mulai Berlalu, Penyakit Pancaroba Mengancam

87
nyamuk aides aigepty. net

eQuator – KETAPANG-RK. Bencana kabut asap di Ketapang mulai berkurang, menyusul hujan deras sejak beberapa hari terakhir. Meski udara semakin bersih, namun kondisi pancaroba biasanya disertai rawan beberapa penyakit.
“Kita siap berkerjasama pemerintah seperti sama Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi penyakit termasuk saat Ketapang musim pancaroba,” kata tokoh masyarakat Ketapang, H Abdulbad H Arani kepada wartawan, Minggu (1/11).
Sikap ini lantaran 2014 lalu Ketapang mengalami status kejadian luar biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD). Tokoh masayarakat yang akrab dipanggil Dulbad ini ingin kejadian 2014 tersebut tak terulang lagi pada 2015 dan seterusnya.
“Pada 2014 DBD di Ketapang luar biasa. Bahkan saya dengar ruang perawatan anak di RSUD Agoedjam tak muat atau kepenuhan. Jadi jangan sampai hal tersebut terulang,” ucapnya.
Ia meminta instansi terkait seperti Dinas Kesehatan memaksimalkan upaya pencegahan. Masyarakat pun diimbaunya agar lebih waspada mengantisipasi jangan sampai terserang penyakit. Semua pihak termasuk masyarakat harus berperan serta dalam hal ini.
“Kita minta Pemerintah khususnya dinas terkait seperti Dinas Kesehatan memaksimalkan upaya pencegahan. Masyarakat juga harus melakukan pola hidup sehat demi mengantisipasi berbagai macam penyakit saat musim pancaroba,” sarannya.
Ditegaskannya pencegahan tentu lebih penting dari pada mengobati. “Kalau sudah sakit meski setelah diobati sembuh tentu kita tetap rugi. Jadi lebih bagus mencegah agar kita tak kena sakit. Semoga masyarakat Ketapang, sehat aman dan tentram,” harapnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ketapang, Heri Yulistio berterimakasih kepada tokoh masyarakat yang peduli terhadap kesehatan masyarakat. Menurutnya memang mewujudkan hidup sehat perlu peran serta semua pihak tak hanya pihak kesehatan.
“Karena meski kita mengimbau dan memberikan penyuluhan agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Tapi kalau masyarat tak menerapkannya tentu upaya kita antisipasi penyakit saat musim pancaroba sia-sia,” katanya.
Ia menjelaskan musim pancaroba atau perubahan udara dan temperatur bisa berpengaruh pada tubuh. Tubuh otomatis akan menyesuaikannya dengan temperatur sekitar. Maka saat itu imunitas atau daya tahan tubuh terhadap penyakit berkurang. Sehingga kondisi itu menyebabkan seseorang mudah jatuh sakit saat musim pancaroba.
“Makanya kita mengimbau masyarakat agar lebih waspada mengantisipasi penyakit saat musim pancaroba,” ungkapnya.
Dipaparkannya penyakit yang rentan saat pancaroba di antaranya , batuk, pilek, demam, gangguan pernapasan dan pencernaan seperti diare. “Biasanya penderita penyakit-penyakit seperti itu meningkat pada musim pancaroba,” paparnya.
Heri mengungkapkan upaya antisipasi sudah dilakukan pihaknya. Di antaranya imbauan agar menerapkan pola hidup sehat kepada masyarakat melalui media, selebaran dan lainnya. Intinya yang penting masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat,” pungkasnya (Jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here