Arus Mudik Diprediksi Capai 11 Juta Orang

45
Ilustrasi.NET

eQuator.co.id SURABAYA. Arus mudik tahun ini diprediksi mencapai 11.136.740 orang. Penumpang arus mudik tahun 2017 mulai dari H-10 sampai H+15 mencapai sekitar 11.136.740 orang dengan kenaikan 3,79 persen dibanding tahun lalu.

“Data ini diperoleh dari melihat jumlah pertumbuhan penumpang pada masing-masing moda angkutan baik jalur darat, kereta api, laut, maupun udara,” ujar Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul tersebut, Senin (19/6).

Dia melanjutkan, untuk angkutan jalan, ada pertumbuhan 2 persen atau sekitar 5.916.715 orang. Sedangkan angkutan berbasis rel mengalami kenaikan 5,5 persen atau setara 1.249.462 orang. Begitu juga dengan angkutan penyeberangan, fery. Diprediksi mengalami pertumbuhan 4 persen atau 1.912.365 orang serta angkutan laut tumbuh 3,4 persen atau 199.897 orang.

Yang paling mengalami peningkatan cukup tajam adalah angkutan udara tumbuh 8,74 persen atau 1.858.265 orang. Ini artinya makin banyak pemudik yang naik pesawat terbang untuk bepergian selama arus mudik,” bebernya seusai meresmikan jalan Tol Surabaya-Kertosono. Diharapkan jalan tol Surabaya-Kertosono, nantinya bisa memecah kepadatan dari 11 juta pemudik tahun ini.

Setelah diresmikan, jalan tol itu bisa dilewati oleh pemudik sejak Senin (19/6) pagi. Jalan tol sepanjang 78 km itu baru bisa difungsikan pagi hingga sore hari. Jalan tol ini hanya dibuka hingga Minggu (2/6). Kendaraan yang diperbolehkan lewat hanya kendaraan pribadi. Untuk bus dan truk masih belum diperbolehkan melintas.

Dari sepanjang jalur itu, ada beberapa ruas tol yang sudah beroperasi, dalam artian membayar. Dan ada yang masih fungsional atau gratis. Di antaranya, Waru-Sepanjang operasional sebesar Rp 1.500, Sepanjang-Krian masih fungsional atau gratis. Kemudian Krian-Mojokerto sudah beroperasi dengan tarif Rp 15.500. Selanjutnya Mojokerto-Jombang masih fungsional tanpa biaya. Dan, Jombang-Mengkreng sudah beroperasi.

Untuk itu, Jasamarga tetap menyediakan empat gerbang tol di pintu Waru. Meski masih berupa pintu tol darurat. Namun papan penunjuk arah Mojokerto lewat tol sudah terpampang. Sehingga tol ini langsung tersambung dari Tanjung Perak. “Kami harapkan dengan adanya jalur alternatif ini kemacetan bisa diatasi. Mudah-mudahan bisa mengurangi kepadatan kendaraan di jalan,” urainya.

Saat meresmikan, Gus Ipul juga mengimbau kepada pemudik yang melintasi jalan tol ini agar memacu kendaraannya tak lebih dari 40 km per jam. Mengingat di beberapa titik masih belum sempurna keadaannya. Kendati demikian, seluruh ruas jalan tol sudah terlapisi beton dan aspal.

Ditempat yang sama, Direktur Utama PT Jasa Marga Surabaya Mojokerto (JSM) Budi Pramono mengaku bersyukur walaupun tanah baru bebas terakhir 30 Maret 2017, namun jalan ini sudah tersambung meski hanya satu jalur. “Alhamdulillah semua sudah tersambung dan bisa digunakan oleh pemudik meski satu jalur dan masih bersifat fungsional,” katanya.(bae)