Angin ‘Cetar Membahana’ Terjang Perairan Sukadana

Gelombang di Laut Cina Selatan Sampai 2,5 Meter

188
DIHAJAR ANGIN RIBUT. Pohon tumbang akibat diterjang angin ribut disertai hujan di Sukadana, KKU, pada Kamis (24/12) pukul 20.00 WIB. Gambar diambil Jumat (25/12) siang. KAMIRILUDDIN

eQuator – Sukadana-Pontianak-RK. Angin kencang disertai derasnya hujan membuat pohon besar di pintu masuk pantai Pulau Datok, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara (KKU), tumbang dan nyaris menimpa rumah warga, Kamis (24/12) malam. Hasilnya? Cetar membahana. Arus lalu-lintas para pengunjung untuk berlibur di pantai, yang akan jadi lokasi gelaran akbar Sail Selat Karimata 2016, itu terganggu.

Di dalam kawasan pantai pun ada pohon tumbang akibat terjangan angin pada sekitar pukul 20.00 WIB tersebut. Satu per satu kendaraan yang hendak masuk ke lokasi wisata itu harus berhati-hati karena pohon melintang di bagian poros jalan. Hingga Jumat (25/12) siang, pohon tersebut masih melintang, belum ada tindakan dari instansi terkait.

Salah seorang warga yang rumahnya nyaris tertimpa pohon tumbang tersebut, Nur mengatakan, saat itu memang terjadi angin kencang dan hujan berintensitas tinggi. “Untung saja saat itu angin dari arah timur (darat, red). Kalau saja angin dari arah pantai, mungkin sudah menimpa rumah kami. Belum lagi saat itu, hujan yang cukup deras,” ujar pria berusia 50 tahun ini, Jumat (25/12).

Menanggapi kejadian ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KKU, Triyanto menyatakan, kejadian tersebut di luar dugaan. “Mari kita bersama-sama berupaya menjaga keselamatan. Terlebih kepada para nelayan, sebaiknya dapat menunda keberangkatan untuk melaut. Saat ini, memang sering terjadi ombak dan angin yang cukup kencang,” saran Triyanto dihubungi via seluler.

Ia telah mengusulkan ke Bupati Hildi Hamid untuk menerapkan status siaga bencana di Kayong Utara. “Baru tahun ini kita ajukan siaga bencana tersebut. Untuk antisipasi bencana, yang dikhawatirkan adalah longsor serta banjir bandang,” tutupnya.

Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah II Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak memang sudah menganalisa akan terjadi gelombang laut yang mencapai lebih dari 2,5 meter.

Prakirawan BMKG Pontianak, Riza Juniarti, mengatakan gelombang setinggi itu berpotensi terjadi di perairan Laut Cina Selatan di sebelah utara Natuna, perairan Kepulauan Anambas, Laut Natuna bagian utara, dan perairan Singkawang-Sambas bagian utara.

Menurut dia, kondisi sinoptik adanya wind shear atau belokan angin di sekitar garis Equator dan daerah konvergensi di sekitar Laut Jawa mengakibatkan terjadinya penumpukan massa udara yang mendukung proses pertumbuhan banyak awan.

“Angin di atas wilayah perairan Indonesia di Utara Khatulistiwa umumnya bertiup dari arah barat laut sampai utara dengan kecepatan angin berkisar antara 1-6 Skala Beaufort,” ungkap Riza, Sabtu (26/12).

Untuk wilayah perairan Kalimantan Barat, umumnya terjadi hujan dari ringan hingga sedang. Adanya awan Cumulonimbus atau awan hitam di wilayah perairan menyebabkan bertambahnya tinggi gelombang disertai dengan hujan lebat dan angin kencang di wilayah tersebut.

Untuk informasi cuaca pelabuhan laut, diperkirakan di sekitar Pelabuhan Dwikora Pontianak hujan ringan-sedang. “Arah dan kecepatan angin barat laut-barat timur 4-10 knots. Tinggi gelombang 0,1-0,5 meter,” tutupnya.

 

 

Laporan: Kamiriluddin dan Isfiansyah

Editor: Mohamad iQbaL