Andi Gusti Zena, Pemenang Model Kategori Kaki Terindah

1009
Andi Gusti Zena saat menunjukan piala yang didapatkannya, Kamis (3/3). Zena dinobatkan sebagai pemenang model dengan kategori kaki terindah diajang Icon Inez Nasional, beberapa waktu lalu.Foto: Rendi Lahara/Jambi Independent

eQuator.co.id Bakat model sepertinya sudah muncul pada Andi Gusti Zena sejak usia 10 tahun. Bahkan, sejak mengikuti berbagai kompetisi model, Zena selalu meraih juara. Akhir bulan Februari lalu, ia dinobatkan sebagai pemenang model dengan kategori kaki terindah. Bagaimana ceritanya?

ISE FANDORA, Jambi

TAK sulit mencari kediaman Andi Gusti Zena yang berada di Jalan KA. Tirtayasa RT 3, Kelurahan Payo Lebar. Kami berjanji untuk bertemu pada Rabu malam (2/3). Karena pagi hingga sore hari, ia menghabiskan harinya di sekolah.

Senyum ramah dari orang tua Andi Gusti Zena menyambut kedatangan Jambi Independent. Di rumah tersebut terlihat puluhan deretan piala-piala juara model yang menghiasi lemari televisi.

Tak sampai satu menit kami duduk, terlihat perempuan berparas cantik dan berkulit putih mulus dengan senyum yang ayu keluar dari salah satu kamar. Itulah Andi Gusti Zena sering dipanggil Zena.

Usianya baru 14 tahun. Tapi tingginya sudah 168 cm. Namun, ia berhasil menjadi pemenang model kategori kaki terindah (kaki serasi) dan pemenang ikon salah satu merek make up ternama pada tanggal 28 Febuari 2016 di salah satu pusat perbelanjaan. Dari event tersebut dirinya juga sekaligus menjadi perwakilan Provinsi Jambi di ajang Icon Inez Nasional yang akan diadakan pada bulan Agustus 2016 di Jakarta.

Perempuan yang lahir pada 14 agustus 2002 pada awalnya merupakan peserta termuda di semua finalis yang ikut event tersebut. Mengawali karirnya, Zena masuk dan mengikuti pembekalan belajar modelling dari salah satu managemen model di Kota Jambi. Bakat model yang terlihat sejak kecil, di umur 10 menjadikan dirinya juara 1 di penampilan perdana saat mengikuti lomba modelling. Hingga saat ini sudah lebih dari 70 piala pemenang model dikumpulkannya.

Salah satu pelajar SMP Negeri 7 ini merasa tidak menyangka, lucu dan senang ketika dirinya menjadi pemeang kaki terindah (kaki serasi) di event Icon Inez tersebut. “Padahal ini kaki rumahan, nggak pernah perawatan-perawatan khusus. Saya berfikir hanya kaki-kaki orang yang perawatan saja yang menang. Eh nggak tahunya nomor saya dipanggil dan kaki saya langsung disorot lampu dan kamera,” jelasnya sambil tertawa.

Zena pun juga tidak menyangka jika piala juara 1 Icon Inez pun dimenangkannya. Bahkan, ia sempat pasrah dan mengajak mamanya pulang.

“Tapi kami sempat dicegah untuk tidak pulang sama panitia, dan akhirnya kami nunggu dan nggak nyangka juga bakal jadi juara dan sekaligus menjadi perwakilan Icon Inez untuk Provinsi Jambi di Jakarta nanti,” ucapnya.

Selain menjadi model untuk event resmi, perempuan yang mempunyai tinggi 168 cm dan berat 44 kg ini juga sering diajak untuk menjadi model bayaran produk make up, salon, dan model pewarnaan rambut serta model peragaan pakaian desainer. Dan Zena pun juga menjadi salah satu personil gils band asal Jambi yang bernama Rahasia Girls Band.

Anak tunggal dari pasangan Andi Agus Oddek (49) dan Sri Wiyanti (43) pernah menjadi pemeran figuran di salah satu stasiun televisi nasional di Jakarta. Pada saat itu dirinya diminta EO acara wedding expo terbesar untuk menyambut menteri.

Pada saat acara mau mulai, terjadi insiden kebakaran di hotel tempat acara tersebut berlangsung. Tak lama kemudian Zena ditawarin menjadi pemeran figuran di serial yang berjudul “Masa Asik” di salah satu stasiun televisi nasional. Sudah lebih dari 10 episode yang ia perankan. “Nggak nyangka dikirain kesialan, eh ternyata ada rezeki yang lebih dari kejadian tersebut,” katanya.

Dari cerita yang berkesan, ada juga hal yang tidak akan pernah dirinya dan ibunya lupakan, yakni pernah ditinggal pesawat waktu rombongan model dari Jambi untuk mengikuti event Putri Citra, Putri Bunga dan Putri Batik di akhir Desember 2015, di Banten.

Dia dan mamanya nangis di bandara karena tiket yang telah dipesan ternyata bukan nama mereka. Pada akhirnya pihak bandara bertanggung jawab dan memberikan tiket baru menuju Jakarta. “Tiket sudah dibeli dan barang semua sudah masuk bagasi pesawat, tapi tiket kami namanya nggak ada, namanya jadi nama orang lain dan akhirnya kami ditinggal rombongan,” ujar Sri Wiyanti, Ibu Zena.

Wajah cantik dan kulit terawat sesunggunya itu terbentuk secara alami. Zena mengaku jika dirinya tidak pernah melakukan perawatan khusus, tidak pernah memanjakan diri ke salon. “Luluran saja cuma seminggu sekali kami juga jarang keluar rumah,” ujarnya dengan polos.

Mengenai cita-citanya, ia mengatakan jika dirinya ingin menjadi dokter. Meski saat ini kegiatannya banyak di dunia modelling.

Event besar yang pernah ia ikuti, yakni juara 1 supermodel di Jambi 2012, Putri Bunga dan Putri Batik di Banten 2015, juara 1 fashion week 2015, juara kaki serasi Homyped 2016 menang Icon Inez 2016, serta perwakilan Provinsi Jambi untuk ajang nasional di bulan Agustus. Meski menang di berbagai event, namun terkadang rasa lelah muncul. Apalagi jika wajah berjerawat karena make up, dan tidak boleh gemuk.

“Ya walau capeknya kita harus tetap tersenyum,” ujarnya. Mengenai kedepan, ia berharap bisa menjajal dunia modelling di Jakarta. “Pingin ke Jakarta lanjut karir setelah selesaikan urusan sekolah,” ujarnya dengan senyuman. (*/nid)