AMA Hadir di Pontianak

242
KONSOLIDASI. Sejumlah pimpinan Asosiasi Manajemen Indonesia-Pontianak berdiskusi sekaligus membuat proyeksi kepengurusan AMA di Kota Pontianak, belum lama ini. Alenk For Rakyat Kalbar

eQuator – Menjelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), pengusaha Kota Pontianak membentuk Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA). Wadah tersebut diharapkan memperbaiki manajemen diri maupun perusahaan pengusaha di Kalbar.

“Asosiasi Manajemen Indonesia sudah 26 tahun berdiri di Indonesia. Namun pengurus pusat baru membentuk pengurus di Kota Pontianak tahun ini,” ujar Ketua Umum AMA Kota Pontianak, Gusti Ivan Sastriadi kepada Rakyat Kalbar, Senin (30/11).

Dikatakan Ivan, hadirnya asosiasi manajemen ini, bertujuan mengembangkan manajemen seluruh lapisan masyarakat, terutama pengusaha. “Sehingga bisa membuat seseorang menjadi profesional dalam manajemennya,” serunya.

Kepada wartawan koran ini, Ivan berjanji akan fokus mengadakan pelatihan pengembangan. Dia akan mengadakan seminar pelatihan. “Nantinya akan dipandu oleh konsultan diberbagai bidang,” paparnya.

Pengusaha asal Pontianak ini berharap, seluruh masyarakat ikut bergabung dalam asosiasi tersebut. “Paling tidak bisa bermanfaat menghadapi MEA,” ucapnya.

Ketua Bidang Perencanaan dan Pengembangan Organisasi AMA Pontianak, Iwan Santoso mengaku, sejauh ini timnya masih merumuskan sistem perekrutan, hingga agenda anggota. Setelah bergabung dengan AMA, barulah mendapatkan kartu tanda anggota (KTA). “Nantinya, anggota diwajibkan membayar iuran bulanan,” jelas Iwan.

Pria yang kerab disapa Alenk ini menjabarkan, iuran anggota tidak memberatkan. Kemungkinan paling besar Rp50 ribu. Tapi kontribusi yang akan di dapatkan banyak. “Anggota akan mendapat pelayanan-pelayanan dari asosiasi,” urainya.

Pelayanannya, lanjut Alenk, seperti berkaitan dengan hukum. “Kita akan siapkan advokat untuk rekan-rekan yang memerlukan,” ujarnya.

Ke depan, kata Alenk, asosiasi manajemen juga akan bersinergi dengan pemerintahan. Misalnya pemerintah punya program peningkatan pajak, asosiasi mendampingi anggotanya. “Terkadang pengusaha kurang mengerti sistem pembayaran pajak,” ungkapnya.

Catatan di lapangan, Gusti Ivan secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Umum (Ketum). Lantaran dia merupakan salah seorang penggagas berdirinya AMA di kota ini. Apalagi Ivan telah lama, bahkan banyak mengikuti berbagai kegiatan AMA.

Sementara Edwin Kurniawansyah terpilih menjadi Sekretaris Umum. Bendahara Umum diduduki Selviana. Dibawah elite pimpinan, terdapat lima pemimpin bidang. Diantaranya, Bidang Pengembangan Profesionalisme yang diketuai Sudirman Bakrie.

Kedua, Bidang Pengembangan Jerjaring, diketuai Rizal Edwin. Ketiga, Bidang Sosial yang diketuai Salwa. Keempat, Bidang Perencanaan dan Pengembangan Organisasi diketuai Iwan Santoso (Alenk). Kelima, Bidang Pendukung yang diketuai Endri.

“Dari lima bidang itu terdapat puluhan sub bidang dengan masing-masing fungsi. AMA telah hadir di 15 kota besar di nusantara ini. Pontianak kota yang ke 16. Februari akan diadakan pelantikan kepengurusannya oleh AMA Pusat,” kata Ivan.

 

Reporter: Deska Irnansyafara

Editor: Hamka Saptono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here