Alasan Sekolah Tunas Bangsa Tak Upacara 17 Agustus

238
TEMPAT UPACARA. Ini lapangan yang digunakan untuk upacara HUT Kemerdekaan Indonesia pada 18 Agustus 2017, Jumat (25/8)--DESKA IRNANSYAFARA

eQuator.co.id – KUBU RAYA. Sorotan publik dan tekanan pemerintah berhasil membuka ‘mulut’ Sekolah Tunas Bangsa. Sudah lebih dari sepekan, sekolah milik Yayasan Harapan Bersama itu menutup diri.

Sekolah Tunas Bangsa sempat menghindari awak media yang ingin mempertanyakan alasan lembaga pendidikan swasta terbesar di Kabupaten Kubu Raya tersebut tidak melaksanakan upacara Peringatan HUT ke 72 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2017.

Sekolah yang menaungi jenjang pendidikan dari TK, SD, SMP sampai SMA ini justru upacara pada 18 Agustus. Hal ini berbeda dengan lembaga pendidikan lainnya.
“Berkaitan dengan kejadian kemarin, kami sudah melaporkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya pada 21 Agustus 2017,” terang Ronald, Wakil Kepala Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar Tunas Bangsa dijumpai wartawan koran ini, Jumat (25/8) pagi.

Menurut Ronald, Kepala TK, SD, SMP dan SMA Tunas Bangsa sudah melapor kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam bentuk tertulis. “Kami sampaikan, upacara dilaksanakan pada 18 Agustus,” katanya.

Ronald mengaku, upacara HUT Kemerdekaan RI yang digelar Sekolah Tunas Bangsa pada 18 Agustus sudah formal seperti upacara pada umumnya. Ia justru beranggapan tak ada yang aneh jika upacara digelar setelah tanggal 17 Agustus.

“Guru-guru kami mengenakan baju PGRI. Sifatnya tertib dan serius. Ada susunan acara dan segala macam. Juga pembacaan teks proklamasi. Menaikan bendera sudah formal,” akunya.

Kepada Rakyat Kalbar, Ronald menjabarkan berbagai kegiatan pada 18 Agustus di Sekolah Tunas Bangsa. Menurutnya, kegiatan tersebut untuk memperingati Kemerdekaan Indonesia.

“Kami adakan olahraga dan muatan acara yang menanamkan nilai-nilai kejuangan. Seperti lomba membaca teks proklamasi dan menghafal pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,” jelasnya.

Khusus jenjang SMP dan SMA, pihak sekolah mengadakan lomba cerdas cermat dengan tema sejarah Kemerdekaan RI.

“Kami sudah jabarkan beberapa point dan alasan soal tidak dilaksanakannya upacara 17 Agustus,” ucap Ronald.

Intinya, Sekolah Tunas Bangsa memang sengaja menggelar upacara HUT Kemerdekaan RI pada 18 Agustus. Sebab, kata Ronald, manajamen ingin melibatkan orangtua peserta didik dalam kegiatan tersebut.

“Kita punya konsep. Dalam kalander akademik, sudah ada jadwal peringatan acara kemerdekaan,” jabarnya.

Ronald berpendapat, jika Sekolah Tunas Bangsa menggelar upacara pada 17 Agustus, boleh jadi banyak orangtua yang tidak hadir dan mengikuti kegiatan di sekolah.

“17 Agustus kan tanggal merah. Mungkinkan banyak yang tidak di tempat atau juga ikut kegiatan di tempat kerjanya. Jadi kita memutuskan di 18 Agutus. Upacara digelar setelah anak-anak libur pada 17 Agustus. Kan tanggal merah tuh,” bebernya.

Sebelum mengakhiri wawancara, Ronald sempat meminta wartawan koran ini supaya tidak memberitakan masalah Sekolah Tunas Bangsa lagi. “Harapan saya dan dari pihak sekolah, kejadian ini tidak usah diperbesar. Karena tidak ada unsur kesengajaan,” tutupnya.

Reporter: Deska Irnansyafara
Redaktur: Ocsya Ade CP