Ajak Anak Istri Tinggal di Kompleks Makam Pahlawan

Penjaga Makam Pahlawan Manalo Marajuang

157
Makam Pahlawan Manalo Marajuang Putussibau. Arman Hairiadi

 

eQuator – Putussibau-RK. Sejak menjadi Penjaga Makam Pahlawan Manalo Marajuang Putussibau pada 2003 silam, Dahar, 32, tinggal di bangunan seadanya di depan kanan pusara, bersama anak dan istrinya.

“Saya memboyong anak dan istri tinggal di kompleks Makam Pahlawan ini, supaya bisa tetap kumpul dengan mereka,” kata Dahar ditemui Rakyat Kalbar di kediamannya saat peringatan Hari Pahlawan, Selasa (10/11) siang.

Dahar merupakan warga Kecamatan Kalis, tetapi mendapat tugas menjadi Penjaga Makam Pahlawan di Putussibau. “Tidak mungkin saya tinggalkan anak dan istri di Kalis, sementara saya tugas di sini (Makam Pahlawan, red),” katanya.

Dia mengungkapkan, menjadi Penjaga Makam Pahlawan ini kerjanya setiap hari. Selain menjaga keamanannya, juga menaikkan dan menurunkan Bendera Merah Putih, termasuk membersihkan sekitar pusara dari rerumputan. “Ini sudah seperti rumah saya sendiri, harus bersih,” ujar Dahar.

Walaupun hanya mendapat honor Rp700 ribu per bulan dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kapuas Hulu, Dahar mengaku senang menjadi Penjaga Makam Pahlawan. “Ini menjadi lumbung pahala bagi saya, istri dan anak saya,” katanya.

Kalau ditanya tentang besaran honor, ujar Dahar, siapapun tentu ingin ada penambahan. “Sudah beberapa tahun ini honor masih tetap, harapannya tentu bisa ditambah,” tuturnya.

Dengan Rp700 ribu per bulan itulah, Dahar memenuhi kebutuhan anak dan istrinya sehari-hari. Kendati demikian, dia masih sempat memikirkan kurangnya biaya perawatan Makam Pahlawan dari pemerintah. “Kompleks makam ini lumayan luas, biaya perawatannya masih kurang,” katanya.

Dia mengatakan, pusara para pejuang di Kompleks Makam Pahlawan Manalo Marajuang Putussibau ini tidak terlalu banyak, hanya 20 pusara, terdiri atas 13 pusara muslim serta tujuh pusara Kristen dan Katolik. “Namun ada pula enam pusara warga umum (bukan pahlawan, red), yang lebih dulu ada,” kata Dahar.

Makam Pahlawan ini, tambah dia, hanya ramai dikunjungi pada hari-hari tertentu, seperti pada Hari Pahlawan, Kemerdekaan RI ataupun Hari Berkabung Daerah. “Itu pun tidak begitu ramai,” ungkap Dahar.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Sosial, Disnakertransos Kapuas Hulu, Rustini SH mengaku prihati dengan kondisi Dahar dan honor yang diterima Penjaga Makam Pahlawan tersebut. “Bukannya pemerintah tidak memberi perhatian, tetapi memang dana yang ada ini terbatas,” katanya.

Dengan dana terbatas tersebut, tambah dia, Disnakertransos pun mesti memerhatikan tenaga-tenaga sosial lainnya. “Kalau untuk penjaga makam ada dua orang. Selain di Makam Pahlawan Manalo Marajuang, juga di Makam Kerajaan di Semitau,” ungkap Rustini.

Namun ia berjanji, akan berupaya memperjuangkan kenaikan honor Penjaga Makam. “Ke depan kita akan mengusulkan honor Penjaga Makam Pahlawan menjadi Rp1 juta,” tutup Rustini.

 

 

Laporan: Arman Hairiadi

Editor: Mordiadi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here