Air Masuk Sekolah Sekitar ½ Meter

Sajingan Besar dan Teluk Keramat Kebanjiran

229
MAU UJIAN. Aktivitas belajar mengajar SMAN 2 Teluk Keramat, Sambas, tetap berlangsung di saat air merendam ruang kelas di sana, Rabu (10/2). CHANDRA PRAMUKA SBH TELUK KERAMAT FOR RAKYAT KALBAR
TEKAD BELAJAR. Pelajar SMAN 2 Teluk Keramat, Sambas, rela berendam menuju sekolah, Rabu (10/2). CHANDRA PRAMUKA SBH TELUK KERAMAT FOR RAKYAT KALBAR
TEKAD BELAJAR. Pelajar SMAN 2 Teluk Keramat, Sambas, rela berendam menuju sekolah, Rabu (10/2). CHANDRA PRAMUKA SBH TELUK KERAMAT FOR RAKYAT KALBAR

Sambas-RK. Hujan lebat yang terus menguyur Kabupaten Sambas tiga hari terakhir menyebabkan beberapa kecamatan terendam banjir, diantaranya Teluk Keramat dan Sajingan Besar. Di Kota Sambas pun beberapa ruas jalan utama tergenang air.

Banjir di Kecamatan Teluk Keramat menggenangi SMAN 2 dan SMPN 3. “Air masuk sekolah sekitar setengah meter atau setengah meja belajar siswa, bahkan badan Jalan Pasanda Bakti, Desa Pipitteja dipenuhi parkiran kendaraan siswa, karena jalan tergenang air,” tutur Akhmad, pegawai Puskesmas setempat yang memberikan penyuluhan kesehatan kepada pelajar di SMAN 2 Teluk Keramat, Rabu (10/2).

Dari halaman sekolah, kedalaman air hampir mencapai semeter, sehingga para guru sibuk mengamankan buku-buku agar tidak rusak terendam. “Iya, sudah ada buku yang terendam air, kami dari kesehatan ikut mengamankan buku-buku di atas meja,” jelasnya.

Kepala SMAN 2 Teluk Keramat, Marza Sukarja menyatakan, proses belajar mengajar tetap berlanjut, namun hanya setengah hari. “Walau dengan berat hati, mengingat anak-anak akan menghadapi ujian,” tuturnya.

Tak hanya di Teluk Keramat, hujan plus pasang sungai dan laut yang mencapai puncaknya pada Selasa (9/2) menyebabkan banjir kembali merendam tiga rumah di Dusun Senipah, Desa Santaban, Kecamatan Sajingan Besar.

“Ketinggian air mencapai 50 cm sampai semeter, ada 3 rumah yang terendam air. Sementara ini masyarakat terpaksa menggunakan sampan,” tutur Camat Sajingan Besar, Suhut Firmansyah, Rabu (10/2).

Kuatnya dorongan air pun menyebabkan jembatan darurat di Sungai Senipahan, yang terbuat dari kayu, rusak. “PT Waskita akan kembali membangun jembatan darurat yang lebih tinggi, dan dua hari kedepan jembatan darurat sudah bisa dilalui kembali. Sambil menunggu pembangunan jembatan utama Sungai Senipahan dibangun,” beber Suhut.

Setakat ini, air mulai berangsur surut, namun akses jalan masyarakat putus dan harus menggunakan perahu sebagai akses transfortasi sementara. “Banjir kali ini tidak sebesar banjir bulan Januari lalu, dan waktunya juga tidak lama. Semoga saja tidak turun hujan,” harapnya.

Hal tersebut diamini Kades Santaban, Don Bosco Dako. “Untuk sementara masyarakat menggunakan transportasi perahu guna hilir mudik, dan berharap pemerintah membuka aliran sungai yang sumbat agar air cepat mengalir,” pintanya.

Sementara itu, pantauan Rakyat Kalbar di Kecamatan Sambas, pasang besar menggenangi beberapa ruas jalan utama. Seperti di Dusun Sukaramai, WFC Desa Dalam Kaum, Dusun Lubuk Lagak, Desa Dagang, Desa Lumbang, Dusun Rambi, Desa Rambi, dan Jalan Kartiasa.

“Saat ini air sudah berangsur surut, namun perlu adanya pengalihan air kiriman seperti di Sungai Sukaramai, kiriman air dari Subah tidak terbendung, akibatnya sungai meluap. Jadi harus dibuka akses sungai Sukaramai, Lubuk Lagak, dan Seminis,” ungkap Tan Sudirman, Ketua RT 15 Komplek Didis Permai, Sambas.

Laporan: Muhammad Ridho

Editor: Mohamad iQbaL