Ada Buaya di Bawah Jembatan Agen

1072
ilustrasi - pixabay

eQuator.co.id – Singkawang-RK. Munculnya buaya di Sungai Singkawang, bawah jembatan agen Jalan Merdeka menghebohkan warga, Selasa (16/2) sore.

“Saat itu saya melintas di sekitar jembatan agen dan ramai orang. Katanya ada penampakan buaya, bahkan katanya lebih dari satu. Namun saya tak melihat buayanya seperti apa, apakah buaya atau biawak,” ujar Bejo, warga Kota Singkawang kepada Rakyat Kalbar.

Menurut Bejo, warga yang berdatangan ke lokasi lantaran penasaran dan melihat, apakah memang benar ada buaya. “Biasanya hanya isu-isu saja seperti sebelumnya. Kalau memang ada buayanya, sudah tentu tampak dan dapat dilihat, atau paling tidak ada buaya yang ditangkap,” katanya.

Kapolsek Singkawang Barat, Kompol Sunarno mengatakan, warga yang heboh penampakan buaya di Sungai Singkawang, belum tentu benar. “Bisa saja benar dan bisa saja tidak benar, jadi belum jelas masalah penampakan buaya di Sungai Singkawang,” ujar Sunarno.

Benar Ada Buaya

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang, P Samosir membenarkan ditemukan seekor buaya muara di sekitar Sungai Singkawang tepatnya di dekat jembatan agen, Selasa (17/2).

“Kami mendapat laporan sekitar pukul 11 siang, bahwa ada ditemukan seekor anakan buaya muara dengan panjang sekitar 1,20 meter. Diduga buaya muara itu sudah lama menetap di Sungai Singkawang dan pernah muncul sekitar 3-4 tahun lalu,” ujar Samosir, Rabu (17/2).

Menurutnya keberadaan buaya itu tidak mengganggu. “Personil kami juga kemarin telah turun ke lokasi dan berjaga-jaga, jangan sampai ada warga yang melempar atau melakukan sesuatu atas buaya muara itu, apakah dipukul atau dibunuh. Warga juga hanya melihat saja ketika buaya itu timbul dalam waktu yang tidak terlalu lama,” katanya.

“Memang kalau dilihat keberadaan buaya itu masih dalam kondisi yang wajar dengan area sekitar 3-4 kilometer, dan memang itu habitatnya. Kita juga tidak berandai-andai apakah ada buaya lain seperti induk buaya muara itu, yang pastinya baru ditemukan satu ekor buaya,” ungkap Samosir.

Apabila buaya muara itu kandas di tepi sungai, maka akan dilakukan rescue atau pertolongan. Namun sebaiknya dibiarkan saja buaya itu berada di Sungai Singkawang.

Buaya muara yang ditemukan warga di Sungai Singkawang, kata P Samosir, dilindungi Undang-Undnag dan termasuk hewan yang dilindungi. “Buaya muara itu masuk dalam perlindungan PP No 7 tahun 1999 dan UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi, jadi tidak boleh dibunuh,” tegasnya.

Selama buaya muara itu tidak diganggu, maka dia tidak mengganggu. “Mereka punya insting untuk mempertahankan diri. Jadi sebaiknya jangan mengganggu buaya muara itu, karena ini termasuk keseimbangan alam atau ekosistem hayati,” katanya.

Keberadaan buaya itu, jelas Samosir, tidak mungkin dipindahkan ke tempat lain. Pasalnya akan mengganggu ekosistem di tempat lain dan tempat dimana buaya itu berasal. (hen)