9 Tips Mudik Lebaran Sehat ala Dokter

11
Ilustrasi.NET

eQuator.co.id – Memasuki H-7 Lebaran, para pemudik diminta untuk mengecek kembali kesiapan sebelum berangkat menuju kampung halaman. Termasuk masalah kendaraan dan kesehatan anggota keluarga. Apalagi di antara para pemudik umumnya mengikutsertakan anak-anak dalam perjalanan. Tentu banyak hal yang harus dipersiapkan.

Ahli Endoskopi Gastrointenstinal yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, memberikan sembilan tips sehat untuk mudik.

Pertama, pemudik harus istirahat cukup sebelum berangkat. Terutama bagi pemudik yang menggunakan jalan darat. Sebab waktu sampai ke tempat tujuan tidak bisa diprediksi. Kedua, bagi pemudik yang memang kebetulan membawa kendaraan sendiri, sebaiknya ada beberapa anggota keluarga yang siap membawa kendaraan secara bergantian, sehingga fisik tidak terlalu lelah.

“Olahraga juga perlu. Manfaatkan tempat istirahat untuk bisa melakukan olahraga kecil. Serta, lakukan gerakan relaksasi khususnya kaki, tangan, dan leher,” ujarnya kemarin.

Kemudian, sambung dia, manfaatkan juga tempat istirahat untuk buang air kecil. Jangan sampai menahan kencing yang akan berakibat pada infeksi saluran kencing. Tips selanjutnya, bagi para pemudik yang tetap ingin melakukan ibadah puasa diusahakan agar perjalanan mudik pada saat sehabis buka agar segar dalam perjalanan.

“Juga jangan membeli makanan dan minuman di pinggir jalan. Mengingat kualitas makanan dan minuman yang belum tentu terjaga dengan baik karena selalu terpapar dengan panas. Terutama untuk makanan dan minuman rumahan,” paparnya.

Bagi para pemudik yang akan membawa makanan untuk bekal selama perjalanan, usahakan membawa makanan kering. Jika tetap juga ingin membawa bekal makanan selama perjalanan harus diperhatikan bahwa makanan basah atau nasi dan lauk-pauk yang dibawa tidak dikonsumsi kurang dari 6-8 jam setelah pembuatan.

“Tak kalah penting jangan lupa membawa obat-obatan sederhana,” katanya.

Diantaranya, obat anti diare, obat sakit kepala, obat anti alergi, obat anti mual/muntah. Khususnya untuk mencegah mabuk perjalanan serta obat sakit maag.

“Jangan lupa membawa obat-obat rutin dikonsumsi untuk penderita penyakit kronis misal penderita kencing manis, hipertensi, penderita asma, kolesterol tinggi, dan asam urat,” papar dia.

Mudik pada malam hari merupakan pilihan yang tepat mengingat suhu udara yang lebih dingin. Selain itu perjalanan lebih lengang.

“Beberapa hal juga perlu diperhatikan. Di antaranya, jangan membawa barang bawaan berlebihan. Lebih baik barang bawaan khususnya oleh-oleh dipaketkan terlebih dahulu,” tutupnya. (JawaPos.com/JPG)