300 Anak Panti Asuhan Didaftarkan BPJS Kesehatan

Bank Kalbar dan Optik Internasional Peduli

82
DIABADIKAN. Foto bersama usai menyerahkan bantuan secara simbolis kepada anak-anak panti asuhan, Senin (30/10) di Hotel Mercure Pontianak. DESKA IRNANSYAFARA-RK

eQuator.co.idPontianak-RK. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Pontianak mendaftarkan 300 anak panti asuhan menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Premi dibayarkan Bank Kalbar dan Optik Internasional selama setahun.

Selama ini anak-anak asuhan tersebut tidak pernah merasakan pengobatan secara gratis. Hidup sebatang kara membuat mereka tak berdaya. Sakit yang menyerang dianggap mereka sebagai ujian kehidupan.

Penyerahan bantuan secara simbolis oleh Deputi Direksi Wilayah Banten, Kalimantan Barat, Lampung BPJS Kesehatan ini seketika merubah rawut wajah anak-anak panti asuhan itu. Mereka tersenyum. Seringai mengisyaratkan hati sedang bergembira. “Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk adek-adek,” kata Kepala BPJS Kesehatan Pontianak, Ansharuddin, ketika ikut menyerahkan bantuan tersebut di Hotel Mercure, Senin (30/10).

Bank Kalbar dan Optik Internasional memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membayar iuran (premi) bulanan anak panti asuhan selama satu tahun penuh agar mereka tidak perlu susah-susah mikir lagi kalau ingin berobat maupun rawat inap di rumah sakit. Untuk itu, Ansharuddin mengucapkan terima kasih kepada Direktur Utama Bank Kalbar, Samsir Ismail dan Manajer Operaional Optik Internasional, Elviati, karena ikhlas membantu anak-anak panti asuhan yang belum memiliki jaminan kesehatan. “Kami juga berterima kasih kepada Pemprov Kalbar yang telah membantu penyelenggaraan ini,” tuturnya.

Di tempat sama, Dirut Bank Kalbar, Samsir Ismail mengungkapkan, pihaknya berkepentingan membantu warga miskin. Setidaknya mendaftarkan mereka ke BPJS Kesehatan sebagai upaya mengurangi beban hidup.“Kami bantu sebesar Rp61 juta untuk 200 orang. Dana itu untuk pembayaran iuran selama satu tahun. Tahun depan kita anggarkan lagi. Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini berlaku untuk dua tahun,” terangnya usai mentandatangi perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan Pontianak dengan Bank Kalbar.

Samsir berpesan, supaya BPJS Kesehatan Cabang Pontianak tidak lupa untuk mengingatkan pihaknya. “Kami juga mohon diingatkan untuk menganggarkan. Kalau tidak dianggarkan, kami tidak bisa merealisasikannya,” ucapnya.

Apakah yang mendapat bantuan tahun ini akan ditanggung lagi di tahun berikutnya? “Itu kita serahkan ke BPJS Kesehatan Pontianak, apakah dilanjutkan atau mencari yang lain. Kalau masyarakat yang mendapat bantuan tahun ini bisa mandiri, dia tinggal melanjutkan,” ujarnya.

“Tapi kalau tidak mampu melanjutkan pembayaran, bisa saja kita bantu lagi. Kami usahakan terus berkembang kepada lainnya. Jadi tahun ini untuk 200 orang. Tahun depan, yang menerima orang lain lagi,” timpal Samsir.

Saat ini kata dia, Bank Kalbar dan BPJS Kesehatan Pontianak sepakat memprioritaskan anak panti termasuk pengurus panti. “Tapi tidak menutup kemungkinan, masyarakat lain yang tidak mampu juga dapat bantuan. Asal mendaftarkan diri saja di BPJS Kesehatan,” ucapnya.

Dana yang diberikan Bank Kalbar untuk pembayaran premi Kelas III. “Supaya mereka bisa berobat ke rumah sakit, Puskesmas atau klinik yang ditunjuk sebagai mitra BPJS Kesehatan,” tuturnya.

Samsir menyerahkan sepenuhnya kepada BPJS ihwal siapa yang berhak menerima bantuan tersebut. “Karena BPJS lebih tahu mana yang membutuhkan. Meski begitu, ada juga referensi dari kami. Tapi BPJS yang menyeleksinya. Apakah layak atau tidak warga tersebut dibantu,” jabarnya.

Bank Kalbar juga memberikan kriteria yang berhak menerima bantuan. Misalnya pemulung dan warga yang rumahnya terbuat dari kayu atau semi permanen. “Untuk ke depan, jumlah penerima bantuan, kita lihat dari kemampuan Bank Kalbar,” urainya.

Samsir berkeinginan, Bank Kalbar terus berlanjut membantu warga kurang mampu, khususnya masyarakat Kalbar. “Kami juga membantu warga tidak mampu supaya terdafatar di BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Ia prihatin dengan para pekerja lepas yang tidak jelas penghasilanya. “Kami bantu daftarkan bayar iuran untuk satu hingga dua bulan. Berikutnya mereka yang melanjutkan. Ini untuk memacu warga supaya mau ikut asuransi ketenagakerjaan,” terangnya.

Bank Kalbar bertekad meningkatkan kesehatan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. “Sehingga masa tuanya terjamin. Misalnya sakit, mereka bisa berobat. Dengan demikian, kesehatan dan masa depan rakyat bisa lebih baik,” serunya.

 

Laporan: Deska Irnansyafara

Editor: Arman Hairiadi