2016, Puskesmas Miliki UGD

593
Puskesmas setara rumah sakit type C dibangun di ibukota Kabupaten Kayong Utara, Sukadana. Pemerintah Kabupaten setempat sejak dua tahun lalu mengratiskan semua pelayanan kesehatan hingga ke tingkat rujukan.

eQuator – Sukadana-RK. Demi mendukung program kesehatan, Bupati Kayong Utara H Hildi Hamid mencanangkan pada tahun 2016 semua pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang ada di Kabupaten Kayong Utara (KKU) akan segera tersedia unit gawat darurat (UGD).

“Insya-Allah kita mencanangkan pada tahun 2016 seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Kayong Utara memiliki layanan UGD. Sebab orang sakit kadang tidak mengenal waktu. Keberadaan UGD ini diharapkan dapat memberikan layanan cepat kepada warga Kayong Utara,” doa H Hildi Hamid, belum lama ini.

Guna mendukung program mulia itu, Bupati H Hildi Hamid, juga akan memberikan pendidikan dan pelatihan bagi para petugas kesehatan yang telah ada. Seperti guna menuntut ilmu kejuruan, seperti Pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD), penguasaan alat-alat kedokteran, dan lain-lain.

“Hal ini juga dilakukan guna mendukung pelaksanaan Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Kayong Utara. Jika tidak ada halangan, insyaa-Allah juga akan mulai dibangun pada tahun 2016 mendatang,” kata H Hildi Hamid.

Saat ini, lanjut dia, putra dan putri terbaik Kayong Utara yang telah lolos seleksi, mengemban pendidikan di Akademi Keperawatan dan Kebidanan di Kota Pontianak.

“Pendidikan kesehatan itu sangat penting, demi kemajuan pelayanan kesehatan di tingkat daerah. Khususnya Puskesmas di kecamatan-kecamatan, sehingga lebih mudah jangkauannya,” ujar Bupati H Hildi Hamid.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara selain menyekolahkan putra-putri terbaiknya ke Akademi Keperawatan di Kota Pontianak, juga menyekolahkannya ke Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Ini hasil penandatanganan nota kesepaktan dan kesepahaman Pemkab Kayong Utara dengan Politeknik Kesehatan Kemenkes-RI di Semarang tahun akademik 2015/2016, program beasiswanya bagi putra-putri daerah untuk melanjutkan Pendidikan Tinggi melalui jalur kerjasama. Pada tahun ini, ada kuota sebanyak 28 orang mahasiswa.

Menurut Bupati Kayong Utara, dipilihnya perguruan tinggi yang berada di Semarang, karena faktor geografis yang tidak terlalu jauh dari Kabupaten Kayong Utara. Dapat ditempuh melalui tranportasi udara dan laut.

Selain itu, mengingat akan segera dibangunnya Rumah Sakit pada tahun 2016 nanti, yang tentunya memerlukan sumber daya manusianya, terutama di bidang kesehatan, maka hal tersebut mesti segera dipersiapkan oleh Pemerintah Daerah Kayong Utara.

“Dalam rangka untuk memenuhi sumber daya manusia yang akan dipersiapkan guna menunjang berdirinya rumah sakit di Kayong Utara pada 2016 nanti, maka pemerintah daerah perlu mempercepat hal tersebut,” papar Bupati.

Hildi Hamid juga berharap kepada Pihak Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang untuk bisa mengirimkan para Mahasiswanya ke Kayong Utara bagi yang ingin melakukan Penelitian atau Kuliah Kerja Nyata. Agar bisa memberikan dan berbagi ilmu kepada tenaga medis yang ada di Kayong Utara.

 

Laporan: Kamiriludin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here