Sugiono Polisi yang Jeli Menciptakan Peluang Usaha Kerajinan Tempe Tepis Rasa Malu Rekan Seprofesi Malah Minta-Diajari

206
Ipda Sugiono sedang proses pembuatan tempe di rumahnya.

Menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum, bukan berarti berhenti untuk berkreasi. Seperti yang dilakukan Ipda Sugiono ini. Tanpa merasa rendah diri, polisi berpangkat balok satu di pundaknya ini menekui usaha pembuatan tempe dan menjajakkan ke warung-warung tanpa mengganggu tugas dinasnya. Bagaimana kisahnya?

IWAN KAWUL, Girimarto

eQuator.co.id – SELEPAS pulang berdinas dari kantornya, Ipda Sugiono melepas semua atribut kepolisiannya. Bapak dua anak ini kemudian menuju dapur rumahnya di Gondang Manis RT 01 RW 07, Desa Jendi, Kecamatan Girimarto. Tanpa canggung, tangan-tangan kekarnya mengaduk-aduk kedelai yang telah direndamnya di dalam sebuah ember semalam. Sementara istrinya, Wiyati sibuk mengiris tempe menjadi lembaran tipis-tipis kemudian menggorengnya.

“Bapak saya dulunya petani dan pembuat tempe juga. Kalau anaknya sekarang bikin tempe ya wajar,” kata pria kelahiran 1964 ini.

Penghasilan sebagai polisi diakui Sugiono sebenarnya lebih dari cukup. Namun, untuk mengisi waktu luang usai berdinas, dia masih mampu memanfaatkannya dengan hal-hal yang produktif, yakni membuat tempe yang telah ditekuni sejak 2006 lalu.

“Untuk mengisi waktu yang luang setelah berdinas sehingga meringankan beban istri yang perajin tempe di rumah,” kata Pria kelahiran Klaten ini.

Rasa malu dengan cepat ditepisnya karena pekerjaan itu merupakan pekerjaan yang halal. Bahkan rekan-rekan seprofesi dan para tetangga banyak yang datang untuk belajar membuat tempe. “Kenapa malu? Kan ini halal,” ujarnya.

Biaya modalnya untuk membuat tempe itu hanya sekitar Rp 400 ribu. Jika habis terjual pendapatan bisa mencapai Rp 800 ribu dalam sekali produksi. Pasarnya tidak perlu jauh-jauh, hanya di sekitar Girimarto. “Pembuatan dimulai oleh istri sejak jam 10.00 pagi, lalu sorenya setelah sepulang dari dinas saya ikut membantu,” katanya.

Meski masih enam tahun lagi lepas dinas, nampaknya Sugiono sudah mempersiapkan masa-masa pensiunnya. Yakni dengan berjualan tempe.

Kepada para anggota polisi lain, anggota Polres Wonogiri ini berpesan agar tidak merasa malu apabila bekerja mencari rezeki yang halal. Banyak yang susah payah masuk polisi, tapi kerja tidak maksimal justru banyak yang indisipliner.

“Berdinaslah sesuai aturan dan pandai-pandailah dalam membagi dan memanfaatkan waktu luang, sehingga semua kegiatan yang sifatnya pribadi tidak sampai mengganggu jam dinas yang sudah menjadi tanggung jawab,” pesannya. (*)